Alfasalam.net | Sejarah Singkat Masjidil Haram
Masjidil Haram (bahasa Arab: المسجد الحرام) adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.
Imam Besar masjid ini adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang imamyang dikenal dalam membaca Al Qur'an dengan artikulasi yang jelas dan suara yang merdu dan Saykh Shuraim.
Muadzin besar dan paling senior di Masjid Al-Haram adalah Ali Mulla yang suara adzanya sangat terkenal di dunia islam termasuk pada media international
Sejarah Masjidil Harom
Menurut keyakinan umat Islam, Ka'bah atau nama lainnya Bakkah pertama sekali dibangun oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa NabiIbrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar - dasar Ka'bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka'bah tersebut. Ka'bah kurang lebih terletak di tengah masjidil Haram: tingginya mencapai lima belas hasta; bentuknya kubus batu besar. [1].
Selanjutnya perluasan Masjidil Haram dimulai pada tahun 638 sewaktu khalifahUmar bin Khattab, dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka'bah dan diruntuhkan untuk tujuan perluasan, dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa khalifah Usman bin Affan sekitar tahun 647 M.
Dari Jabir Radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“ Sholat di Masjidku ini adalah 1000 kali lebih utama daripada sholat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram, karena sholat di Masjidil Haram ialah lebih utama 100.000 kali daripada sholat dimasjid lain “.
(Sunan Ibnu Majah, abwab Iqamat al-Shalawat,1406)
Menurut hadits shahih, satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Adapun satu kali salat di Masjidil Aqsha sama dengan 250 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi..
Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya/hatinya kearah masjidil haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah al-baqarah ayat 149 dan 150. perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.
Baca :
Sejarah Masjid Nabawi
Sejarah Masjid Quba
Sejarah Masjidil Harom
Sejarah Masjid Kiblatain
Sejarah Masjidil Aqsho
Sumber : id wikipedia
- ^ Al-A'zami, M.M., (2005), Sejarah Teks Al-Qur'an dari Wahyu sampai Kompilasi, (terj.), Jakarta: Gema Insani Press, ISBN 979-561-937-3.
